Thursday, 7 November 2013

Mengintip Surga di Penghujung Barat Pulau Jawa

Sawarna, 17 - 19 Mei 2013

Oleh : Trias Evensia a.k.a Yeyen

Perjalanan kali ini gue namain "Mengintip Surga di Penghujung Barat Pulau Jawa". Sawarna. Sebuah pantai yang terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Banten ini emang terkenal eksotis sama pemandangan sunsetnya yang mewah, ombaknya yang meriah, serta pemandangan alam yang luar biasaaah.

Ekspedisi ini gue mulai dari hari Jumat tgl 17 Mei 2013. Gue sama kedua temen kantor yang emang punya hobi jalan, berangkat pukul 17.30 menuju bogor menggunakan KRL. Tiket Sudirman - Bogor waktu itu seharga 15 ribu per orang. Sampailah kita di bogor sekitar pukul 20.00. sampai di Bogor atau tepatnya di terminal Baranangsiang, kita langsung nyari bis MGI (mbuh opo singkatane), yang menuju Pelabuhan Ratu. Bis MGI jurusan Bogor - Pelabuhan Ratu non AC ini seharga 20 ribu aja. Kita termasuk penghuni bis pertama, mengingat itu bis terakhir dan akan berangkat sekitar jam 21.00.

Perjalanan Bogor - Pelabuhan Ratu ini gue isi dengan ngakak2 bareng temen kantor. Tidur? haha.. You wish. Jalan menuju pelabuhan ratu yang berkelok - kelok tajam bikin niat tidur gue urungkan. boro- boro tidur, gak mabok aja syukur. Anehnya, kita bertiga doang yang gak tidur, penumpang yang rata2 akang2 jualan yang mau pulang kampung mah woles banget tidur sampe mangap2.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam, sampailah kami di Pelabuhan Ratu pukul 2 dini hari, Sabtu 18 Mei. Dan berhubung bis pertama menuju bayah itu baru jam 6 pagi, akhirnya kita menggelandang di Pelabuhan Ratu. Makan nasi goreng di terminal yang lumayan murah dan enak.


Subuh2 - subuh menggelandang di Pelabuhan Ratu? Yang penting poto dulu.

Akhirnya, pukul 6 Elf kami berangkat menuju Bayah. Ongkos Elf menuju Bayah 25 ribu, tapi berhubung kami hanya sampai Pintu Sawarna, hanya di kenakan tarif 20 ribu. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Tapi bagi gue itu perjalanan yang kurang, karena sepanjang jalan Pelabuhan Ratu - Sawarna, kita bakal di suguhkan pemandangan2 yang keren banget!! Bikin gak sabar nyampe Sawarna. Nih contohnya :

Pemandangan pantai yang manjain mata sepanjang jalan Plabuhan Ratu - Bayah
Samudraaaaaa... !

Sekitar jam 8.30, sampailah kami di pintu masuk desa sawarna (sebenernya ada 2 pintu desa, pintu satunya lagi itu lebih deket menuju pantai sih, tapi itu kalo kita dari pelabuhan ratu naik Elf Sawarna, bukan Elf Bayah, sayangnya Elf pertama menuju sawarna baru berangkat jam 12 siang).

Pintu masuk Sawarna kalo kita naik Elf Bayah

Perjuangan menuju Surga Kecil Banten belum kelar! Ternyata dari situ, untuk menuju Desa Sawarna benerannya itu masih sekitar 20 menit lagi kalo naik motor! Waduh, agak nyesek kalo harus bayar ojek lagi, kami pun sempet hopeless, sampai akhirnya ada truk lewat, dan AHA! kami nyetop truk itu daaaannnn numpang! bersyukur abang2 truk nya baik, kita dianterin sampe ke jembatan gantung (jadi, patokan untuk ke desa pantai Sawarna adalah Jembatan Gantung). Ini pengalaman pertama gue sih nebeng truk menelusuri hutan.

Pertama kalinya nebeng truck gan! :D

Pemandangan dari pintu masuk menuju jembatan gantung - sawarna

Sekitar pukul 09.00, Sampailah kami tujuan! DESA SAWAARNAAAAHHHH (harus gini, biar keliatan capeknya), kami yang emang udah janjian sama pemilik cottage, dijemput sama mas2 pesuruh pemilik cottage. Wah, rasanya gak sabar pengen leyeh2 cantik di penginapan, dan mainan air di si cantik Sawarna!

muka capeeeekk, plus penasaraaann..

Jemabatan Gantung.
Sampai di cottage, gue yang emang hampir semaleman gak tidur, ngeliat kasur kaya ngeliat fauzi baadilah joget telanjang! Gak sabar pengen bobok, tapi niat itu gue urungkan, karena si cantik Sawarna gak boleh di lewatin gitu aja. Setelah membayar biaya penginapan ke ibu Widhi (si pemilik cottage yang masakannya enak banget dan ramahnya parah) kami pun siap2 mandi. Harga cottage disini ngitung nya per orang, bukan perkamar. Seorang, 1 hari 1 malem, hanya membayar 125 ribu, itu udah plus makan 3 kali. Murah! beneran deh! Kamarnya cozy juga soalnya, jarak ke pantai juga cuma sekitar 300 meter. atau kalo mau pilihan lain liat aja di http://www.pantaisawarna.com/

kamar seluas ini diisi 5 orang juga bisa. kamar mandinya juga bersih. thanks bu Widi !

abis mandi mayan lah udah bugar.
Setelah mandi dan cantik, sekitar jam 11 an kita jalan ke SAWARNA ! YIPPIEEE.. semua capek, pegel, ngantuk, HILANG MISTERIUS ! untuk menuju pantai, mata di gaji terlebih dahulu sama pemandangan sawah dan bukit, stelah jalan sekitar 300 meter, sayup2 keliatan si surga tersembunyi yang manggil2. HERE COMES THE PARADISE !

Sawaaahhh...
Jalan menuju pantainya asik!
Dan, Akhirnyaaa.. Sampailah kami di pantai yang iconic di Desa Sawarna, yap! Pantai Sawarnaaahhhh... *harus gini juga biar keliatan surprisenya* :D

Akhirnya sampai pantaaiii..
Segera berburu poto deh.
Ombaknya asik buat berselancar kata bule tetangga kamar.
Sepanjang jalan, gue gak putus2 ngabatin ngucapin kagum sama Tuhan atas ciptaannya yang sempurna ini. Tau kalo masih banyak tempat lain yang harus dijelajah di desa Sawarna, kita memutuskan jalan menuju Goa Lalay. Lalai berasal dari bahasa daerah yang artinya kelelawar. Ada banyak pilihan Goa di Desa Sawarna, tapi kami memilih Lalay yang jaraknya gak terlalu jauh dari penginapan.


Jalan menuju Goa lalay, sekitar 20 menit jalan kaki dari pantai Sawarna

Pintu Masuk Goa, kalo tanpa Guide, GRATIS ! :D
Puas main lumpur di dalam Goa, kita mutusin balik lagi ke pantai, karena udah sore, niatnya pengen makan siang, basah2an di pantai, sekalian berburu senja di Tanjung Layar (sekitar 150 meter dari pantai Sawarna).


Jalan menuju tanjung layar dari pantai Sawarna

Sore yang manis di di Sawarna :)
Tanjung Layar
Mencuri sepotong senja di balik Tanjung Layar.


Setelah puas mencuri senja hingga batas hari, gue memutuskan balik ke penginapan untuk mandi dan makan malam. Rasa kagum, dan hormat kepada sang pencipta gak pernah lepas gue ucapin berkali - kali hari itu. Alam yang sedemikian cantik membuat gue merasa semakin dekat dengan sang Pelukis Agung. Ya, alam selalu punya cara yang cantik untuk membuat manusia mengingat Tuhan. :)

Keesokan paginya (minggu, 19 Mei 2013) kita kebangun jam 6 pagi (maklum semalem tidur larut karena sempet main kartu sama bule tetangga kamar). Kita langsung cuci muka, dan berangkat ke Pantai. Penasaran menghirup wangi pantai pagi hari si desa cantik ini!

Pagi yang anggun di Tanjung Layar!
Pagi yang teduh di Sawarna!
Daaannn.. Waktu menunjukan pukul 7.30 saatnya kami kembali ke penginapan untuk mandi, sarapan, packing. Sekitar jam 9.00 kami pamit kepada bu Widi. Dengan diantar ojek menuju pintu desa, kami hanya membayar 20 ribu. Dari pintu desa kami menunggu bis ke arah pelabuhan ratu dengan membayar 20 ribu. Sekitar jam 11 siang, kami sampai di pelabuhan ratu, untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan menuju bogor menggunakan MGI AC seharga 20 ribu.

Demikian, berakhirlah perjalanan kami ke Desa Cantik Sawarna, Banten. Beberapa kali gue tersenyum seraya membatin mengucap syukur kepada Tuhan,
untuk kesempatan mengintip surga di penghujung barat pulau jawa, Sawarna..



Terimakasih Desa Sawarna..

No comments:

Post a Comment